Tuesday, December 23, 2014

hore.... publikasi dari pre eliminasi research

menyenangkan bisa menorehkan prestasi dari awal taun hingga akhir tahun... alhamdulillah tahun 2014 ditutup dengan buah yang manis...

riset payung yang diawali dengan pre eliminary research berjalan sesuai dengan time line yang direncanakan

bulan desember ini berkesempatan untuk mempresentasikan hasil pre eliminary research yang berkaitan dengan mencari makna motivasi kerja kuat dan lemah pada kelompok dosen, manajer dan karyawan baik laki-laki maupun perempuan.

terimakasih pada anggot peneliti yang solid, yang telah mempresentasikan hasil penelitian ini dengan baik dan lancar. semoga pengalaman ini memberikan bekas yang bagus dalam ingatan atin dan atha.

balik lagi ke hasil penelitian awal ini.... dari hasil penelitian ini terlihat bahwa perilaku yang dimkanai sebagai motivasi kuat dan lemah adalah perilaku kerja yang berkaitan dengan ketepatan dalam menjalan prosedur kerja.  Baik pada laki-laki maupun perempua menyatakan bahwa motivasi kuat related dengan ketepatan waktu dalam meyelesaikan tugas, tidak terlambat untuk bekerja, tidak mengeluh dalam menunaikan tugas dan memiliki kemampuan yang bagus dalam mengelola tugas. Selain  itu juga dimaknai adanya kemauan mencapai hasil kerja yang bagus, mau mengembangkan diri dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya. Dua kelompok ini terlihat nyata menjelaskan konsep motivasi kerja dari Herzberg yang dikenal dengan teori dua faktor.

Hasil penelitian ini mendasari kami untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan pengembangan alat ukur motivasi kerja. dengan banyaknya indikator perilaku yang muncul yang mencerminkan dimensi hygiene dan motivator maka kami mengembangkan pengukuran ini based on two factor theory...

berikut ini adalah karyaw kami bertiga yang mendasari kami berempat untuk melakukan penellitian lanjutan....





sekarang kami sedang dalam proses uji coba terhadap alat ukur yang telah kami kembangkan.... semoga hasil uji coba ini dapat dipresentasikan oleh tim peneliti yang lainnya .... InsyaAllah konferensi ikatan psikologi sosial di Bali.... semoga... amiin.



Tuesday, November 25, 2014

Pelan Tapi Pasti.... Penelitian Berjalan Sesuai dengan Jadwal

Alhamdulillah....,

Saat ini penelitian tentang penyusunan alat ukurnya sudah selesai membenahi setelah dilakukan expert judgement.

Sekarang sedang dalam tahap uji coba alat ukur untuk mengetahui keterbacaan pernyataan maupun untuk mengetahui konsistensi internal setiap pernyataan dengan konstruk yang dijadikan landasan.

Tidak lupa tim penelitinya sempet narcis saat persiapan pilot study.... setelah  magang menjadi karyawan Gramedia dengan memasang label, dilanjutkan magang di snappy dengan menggandakan dan njepreti lembar-lembar kuesioner.... next magang untuk analis data.... Semangat My Team...walau yang dua orang sedang jalan-jalan... (gayanya aja menunaikan tugas negara)...

hehehhee....

inilah kita....yang lagi magang di snappy...




Wednesday, November 19, 2014

bacaan barunya sudah datang....walau buku lama...

Alhamdulillah...

Pagi ini masuk ruang kerja menjumpai paketan yang ditunggu dari salah satu jasa buku online... Salah satu referensi utama untuk penelitian yang sedang jalan saat ini akhirnya tiba...
Menjadi lebih yakin karena dapat merujuk dan mensinkronkan apa yang ditulis di artikel jurnal ilmiah lainnya dengan buku aslinya...

Bukunya berjudul Work and the Nature Man karangan Frederick Herzbeerg. Buku ini buku lama terbit tahun 1966, lebih lama dari bukunya Gilmore tentang Productive Personality tahun 1974 sebagai buku babon thesis S3.

Bukunya memang belum dibaca sih...tapi diagendakan akhir minggu ini atau minggu depan untuk dibaca...

ini sekilas penampakan bukunya.....




Semoga segera bisa melahapkan dan semakin memahami konsep pemikiran Herzberg ini dan bisa diadaptasi dengan budaya Indonesia.


Monday, November 3, 2014

Seklumit kisah tentang motivasi....

Motivasi.... siapa yang gak kenal dengannya...,
motivasi yang dikenal dari kata dasar movere menjelaskan adanya gerakan....adanya suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi. Memahami motivasi tidak cukup sebatas motivasi untuk mencari prestasi. Motivasi kerja yang dijelaskan oleh Herzberg berbeda dengan motivasi yang dijelaskan oleh McClelland, meskipun keduanya berasal dari kelompok content theory... tapi beda deh pemahamannya tentang motivasi. McClelland memahami motivasi dikaitkan dengan dorongan untuk menncapai prestasi. Sedangkan Herzberg mdnjelaskan motivasi dalam konteks motivasi kerja yang dipahami sebagai adanya dua faktor yang menggerakkan manusia untuk untuk berada dalam kondisi puas atau ketidak puasan. Faktor motivator merupakan penggerak untuk kepuasan dan hygiene merupakan faktor yang mencegah munculnya ketidakpuasan.

Ngintip dikit hasil riset kelompok kami... responden memahami motivasi pada umumnya dikaitkan dengan adanya usaha menuntaskan tugasnya dengan tepat waktu, tidak menunda pengerjaann tugasnya dan disiplin.... terus terang hal ini masih menjadi tanda tanya  besar... kok bisa ya...motivasi olehs responden penelitian kami yang maanajer dan supervisor itu memahami motivasi dikaitkan dengan dimensi waktu.... hhmmm .... mari kita cari jawabnya....

Yang punya gagasan....silakan jangan sungkan menyampaikannya kok bisa motivasi dipahami sebagai tindakan yang related to time dimension.....


Yuuuk diskusi di pojokan ini

Salam
Ayu

Saturday, November 1, 2014

Cerita riset baruku...

Salam.....

Dah lama saya tidak update blog ini... sempat kelupaan passwordnya sempet kelupaan nama blognya... sekarang ini diganti mejadi Pojokannya Ayu...dengan harapan dapat lebih mudah diingat dan diakses...

pengennya blog ini bisa dijadikan wadah untuk diskusi terkait dengan perkembangan psikologi industri dan organisasi serta psikometri di Indonesia....

langkah kecilnya dulu mencoba membagi apa yang telah saya lakukan dengan lingkungan kecil saya...mahasiswa dan alumni saya...

di penghujung tahun 2014 saya bersama empat mahasiswa saya fuad, dilla, atin dan atha melakukan penelitian payung tentang perumusan pengukkuran motivasi kerja dengan menggunakan teori dua faktor dari Herzberg... apa itu...nanti akan saya update infonya....demikian juga dengan hasil penelitiannya....

mau kenalan dulu dengan tim payung penelitian nya....ini dia...

GREEN BEHAVIOR (REUSE, REDUCE, RECYCLING - 3R) AT HOME AND AT WORKPLACE Ayu Dwi Nindyati ayu.nindyati@paramadina.ac.id


Abstract
Pro-environment behavior is not only the responsibility of environment field study itself, but also need involvement of other field study to keep the sustainability, especially if related to behavior so it will need psychology as behavior sciences. Pro-environment behavior usually known as green behavior could understand as three behavior such as reuse, reduce and recycling (3R). Sustainability of the 3R need support from surroundings include from home and workplace. The aim of this research is describing the 3R of employee behavior from some companies in Jakarta at home and work place. The home and the work place are places where respondents spent their time in their life. Research methods is using the quantitative-descriptive approach and also narrative-descriptive. Data was collected with open questioner and then analyze with statistic descriptive and narrative from 95 respondents. The research result showed that respondents said easier to conduct 3R behavior at home than at workplace. The reasons are first, the freedom and the simplicity to do it at home because they don’t have any rules like at the workplace. Second, when conduct 3R behavior at home, there were not many perceptions or views about the behavior itself and it was effect directly to family member.


Keywords: Green Behavior, Reduce, Reuse, Recycle



Presented at The 5th International Asian Association of Indigenous and Cultural Psychology (AAICP) Conference
January 10th – 11th, 2014
Psychology Department of Universitas Sebelas Maret Surakarta - Indonesia

Sunday, September 9, 2012

Proceeding Temu Ilmiah Nasional Psikologi Fak. Psikologi Unair, Nov. 2011


  Nilai-Nilai Enterpreneur Small Medium Entrepreneur
(Studi Komparatif Pada Warung Tegal Dan Warung Padang Dengan Telaah Nilai Berdasarkan Teori Schwartz)



ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini adalah daya tahan yang kuat para entrepreneur menghadapi perubahan iklim perekonomian di Indonesia, dalam hal ini adalah para pemilik Warung Tegal dan Warung Padang. Harga yang terjangkau dibandingkan dengan rumah makan atau cafeteria menjadikan Warung Tegal dan Warung Padang sebagai pilihan konsumen. Penelitian berangkat dari asumsi tidak hanya aspek eksternal (harga yang bersaing) yang mengakibatkan Warung Tegal dan Warung Padang dapat bertahan dalam kondisi perekonomian yang mengalami krisis. Peneliti berasumsi bahwa aspek internal juga berperan, salah satunya adalah nilai-nilai yang dipegang kuat para pemiliki Warung Tegal dan Warung Padang dalam menjalankan bisnisnya. Penelitian ini menggunakan konsep nilai  yang dikemukakan Schwartz. Schwartz menjelaskan nilai dalam level individual sebagai tujuan individu dalam memahami lingkungannya yang mengarahkan individu memilih bagaimana berperilaku, mengevaluasi dan membenarkan perilaku dan hasil evaluasi individu. Terdapat 10 nilai yaitu self-direction, stimulation, hedonism, achievement, power, security, conformity, tradition, benevolence, dan universalism. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan nilai-nilai conformity, tradition, achievement, power dan universalism yang sangat signifikan pada pemilik Warung Tegal dan Warung Padang. Penelitian ini juga menjelaskan ada enam nilai yang tidak menunjukkan perbedaan nilai self-direction, stimulation, hedonism, security, dan benevolence pada pemilik Warung Tegal dan Warung Padang.

Kata Kunci: entrepreneur, nilai, Warung Tegal dan Warung Padang



ABSTRACT
The reason of this research was the struggle of entrepreneur to adjust economic climate change in Indonesia, especially for the warung Tegal and the warung Padang owner. The affordable price than cafeteria make the warung Tegal and the warung Padang are good choice for customer. This research come up with assumption that the affordable price as external factor makes the warung Tegal and The warung Padang could survive in economic crisis. But another aspect as good as the external factors were internal factors. In this research, the internal factors were personal values. Schwartz explain the personal values as personal goal that help them to understand the environment and to guidance person to choose how to behave, evaluate and judge their behavior based on the evaluation result. Schwartz said, there were 10 values such as self-direction, stimulation, hedonism, achievement, power, security, conformity, tradition, benevolence, and universalism. The research result showed that there were differentiate of six values for the warung Tegal and the warung Padang owner, such as self-direction, stimulation, hedonism, security, dan benevolence.
Key word: entrepreneur, values, the Warung Tegal dan the Warung Padang